Thursday, November 6, 2025

Epsilon Eridani & Perasaan Yang Tak Berbalas

Kunamai kontaknya "Eridani", "Betelgeuse", bukan karena Ia berpendar bagai bintang malam, namun karena dalam game ponsel yang dahulu pernah aku mainkan selama SD, ada level-level dengan nama sama yang tak pernah mampu kucapai, hanya mampu kupandang opsinya yang terkunci selalu. Bagai memandang produk di etalase kaca, selamanya mereka berada diluar jangkauanku. Takkan pernah jadi milikku, hatinya.

Jika kita bertemu, kita berpelukan seperti dahulu. Jika kami sedang berdua, jemarinya menggenggam tanganku, telapak bertemu telapak seakan telah lama menjalin rasa. Jika Ia lelah, dengan mudahnya Ia bersandar di pundak ku, sesekali kutelusur helai-helai rambutnya diantara jemariku.

Jika Ia butuh tumpangan, ku bantu ketika jadwal kami tak berbenturan. Namun kupastikan musik yang berputar selama kami bersama, hanya musik dari masa ketika aku masih mengharap perasaanku berbalas. Hanadoki no Sora, Bokura no Seiza, Sayonara Blossom, takkan pernah kubiarkan berputar ketika bersamanya. Masa ku membuka hati padanya sudah usai, tak hendak aku memberi kesempatan lagi.

No comments:

Post a Comment